PanduanSholat
Draf belajar. Naskah ini belum ditelaah ulama — wajib diverifikasi ustadz/ahli sebelum dipakai atau disebarkan. Selengkapnya →
Langkah 1 / 20
Lihat ilustrasi skematis
Ilustrasi skematis Persiapan: Berdiri Menghadap Kiblat & Niat
Ilustrasi pendamping; detail posisi tangan, kaki, dan gerakan perlu diperiksa bersama guru.
Catatan

Persiapan: Berdiri Menghadap Kiblat & Niat

Berdiri tegak menghadap kiblat dengan pakaian suci dan sudah berwudhu. Hadirkan niat di dalam hati: sholat apa yang akan dikerjakan, karena Allah.

Maknanya: Niat cukup di hati — semua ulama sepakat tempat niat adalah hati, dan tidak ada kalimat khusus yang wajib diucapkan. Berdiri (bagi yang mampu) termasuk rukun; yang sakit boleh duduk atau berbaring (HR. Bukhari no. 1117).
Catatan: Melafalkan niat ("ushalli...") adalah khilafiyah antar madzhab — dianjurkan sebagian (Syafi'iyah, Hanabilah) untuk membantu hati, tidak dianjurkan yang lain. Lafalnya tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ, jadi tidak dicantumkan sebagai bacaan ber-dalil di sini.

QS. Al-Baqarah 2:144 (kiblat); HR. Bukhari no. 1 (niat) · Al-Qur'an; Sahih (muttafaq 'alaih)

Label hukum dan redaksi mengikuti naskah draf. Periksa catatan mazhab dan diskusikan dengan guru.

Penanda ini mencatat kegiatan belajar Anda, bukan penilaian sah atau sempurnanya salat.

Catatan untuk ditanyakan kepada guru

Catatan tersimpan di browser ini setelah diketik. Tidak dikirim ke server.