PanduanSholat
Draf belajar. Naskah ini belum ditelaah ulama — wajib diverifikasi ustadz/ahli sebelum dipakai atau disebarkan. Selengkapnya →

Syarat & rukun salat

Mulai dari fondasinya. Label di sini mengikuti naskah draf; rincian hukum perlu dipelajari sesuai mazhab bersama guru.

Sebelum mulai

Syarat sah sholat

01 Suci dari hadas (berwudhu dulu) Syarat

Hadas kecil dihilangkan dengan wudhu, hadas besar dengan mandi wajib; bila tidak ada air, tayamum. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak diterima sholat tanpa bersuci." Tata cara wudhu disebut langsung dalam QS. Al-Ma'idah 5:6. (Kebersihan badan, pakaian, dan tempat dari najis dibahas dalam bab thaharah — di luar cakupan panduan ini.)

HR. Muslim no. 224; QS. Al-Ma'idah 5:6 · Sahih (Muslim)

02 Menutup aurat dengan pakaian yang pantas Syarat

Secara umum: laki-laki minimal menutup antara pusar dan lutut (dianjurkan juga menutup bahu), perempuan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. "Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid."

QS. Al-A'raf 7:31 · Al-Qur'an

Rincian batas aurat memiliki perbedaan kecil antar madzhab; garis besarnya disepakati.

03 Menghadap kiblat (Ka'bah) Syarat

"Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; dan di mana pun kalian berada, hadapkanlah wajah kalian ke arahnya." Di Indonesia, arah kiblat bisa dicek dari masjid setempat atau aplikasi kiblat; ada keringanan bagi yang benar-benar tidak tahu arah atau sedang di kendaraan.

QS. Al-Baqarah 2:144 · Al-Qur'an

04 Sudah masuk waktu sholat Syarat

"Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman." Setiap sholat punya rentang waktunya; jadwal sholat dan adzan membantu mengetahuinya.

QS. An-Nisa 4:103 · Al-Qur'an

05 Niat di dalam hati Syarat

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." Niat artinya menyengaja dalam hati — cukup sadar sholat apa yang akan dikerjakan, karena Allah. Semua ulama sepakat tempat niat adalah hati; tidak ada kalimat khusus yang wajib dihafal.

HR. Bukhari no. 1; Muslim no. 1907 · Sahih (muttafaq 'alaih)

Melafalkan niat ("ushalli...") adalah khilafiyah: dianjurkan dalam madzhab Syafi'i (dan Hanbali) untuk membantu hati, tidak dianjurkan Hanafi & Maliki kecuali bagi yang mudah ragu. Lafalnya sendiri tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ — statusnya anjuran fikih sebagian madzhab, bukan bacaan ber-dalil hadits.

Inti yang wajib

Rukun sholat

01 Berdiri bagi yang mampu Rukun

"Sholatlah sambil berdiri; jika tidak mampu maka sambil duduk; jika tidak mampu juga maka sambil berbaring miring." Islam memberi kelonggaran sesuai kemampuan.

HR. Bukhari no. 1117 · Sahih (al-Bukhari)

02 Takbiratul ihram Rukun

Ucapan "Alloohu akbar" pembuka. Nabi ﷺ menyebut takbir sebagai "pengharam" sholat (gerbang masuknya) dan salam sebagai "penghalalnya" (penutupnya).

HR. Abu Dawud no. 61; HR. Bukhari no. 757 · Hasan sahih (al-Albani); Sahih (al-Bukhari)

03 Membaca Al-Fatihah di tiap rakaat Rukun

"Tidak sah sholat orang yang tidak membaca Al-Fatihah." Bagi yang belum hafal, baca bagian Al-Qur'an yang sudah dikuasai sambil terus belajar.

HR. Bukhari no. 756; Muslim no. 394 · Sahih (muttafaq 'alaih)

Jumhur menghitungnya rukun tiap rakaat; madzhab Hanafi menilai yang fardhu adalah membaca Al-Qur'an secara umum (Al-Fatihah wajib). Bacaan makmum di belakang imam juga dirinci berbeda antar madzhab.

04 Ruku' dengan tuma'ninah Rukun

"Kemudian ruku'lah sampai engkau tenang dalam keadaan ruku'." Membungkuk dengan punggung lurus, tangan memegang lutut, lalu diam tenang sejenak.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397 · Sahih (muttafaq 'alaih)

05 I'tidal (bangkit hingga tegak) Rukun

"Kemudian bangkitlah sampai engkau berdiri tegak." Nabi ﷺ berdiri sampai setiap ruas tulang punggung kembali ke tempatnya.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397; Bukhari no. 828 · Sahih (muttafaq 'alaih)

06 Sujud dengan tuma'ninah (dua kali tiap rakaat) Rukun

"Kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam keadaan sujud." Dengan tujuh anggota badan menyentuh lantai.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397 · Sahih (muttafaq 'alaih)

07 Duduk di antara dua sujud Rukun

"Kemudian bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam keadaan duduk." Duduk singkat yang tenang, tidak langsung sujud lagi.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397 · Sahih (muttafaq 'alaih)

08 Tasyahud akhir beserta duduknya Rukun

Membaca tasyahud pada duduk terakhir sebelum salam. Statusnya: rukun menurut Syafi'iyah & Hanabilah, wajib menurut Hanafiyah, sunnah menurut Malikiyah — membacanya berarti aman menurut semua.

HR. Bukhari no. 831; Muslim no. 402 · Sahih (muttafaq 'alaih)

09 Shalawat kepada Nabi ﷺ pada tasyahud akhir Rukun

Membaca shalawat Ibrahimiyah setelah tasyahud akhir. Rukun menurut Syafi'iyah & Hanabilah, sunnah menurut Hanafiyah & Malikiyah — membacanya aman menurut semua madzhab.

HR. Bukhari no. 3370; Muslim no. 406 · Sahih (muttafaq 'alaih)

10 Salam penutup Rukun

Menoleh ke kanan (lalu kiri) sambil mengucap salam. Penggolongan salam perlu dibaca menurut mazhab; salam kedua sunnah menurut mayoritas, sedangkan madzhab Hanbali menilai keduanya wajib pada sholat fardhu.

HR. Abu Dawud no. 61 (salam penutup sholat); lafal: Abu Dawud no. 996 · Hasan sahih & Sahih (al-Albani)

11 Tuma'ninah di tiap gerakan Rukun

Diam tenang sejenak di tiap posisi sampai anggota badan mapan — kira-kira selama bacaan tasbihnya. Inilah pelajaran utama hadits "orang yang buruk sholatnya": sholatnya dinilai belum sah karena tergesa-gesa.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397 · Sahih (muttafaq 'alaih)

Rukun menurut jumhur (Maliki, Syafi'i, Hanbali); wajib menurut Hanafi — semua sepakat sholat tergesa-gesa itu cacat.

12 Tertib (berurutan) Rukun

Rukun dikerjakan sesuai urutan. Dalam hadits "orang yang buruk sholatnya", Nabi ﷺ merangkai tiap langkah dengan kata "tsumma" (kemudian) — urutan tidak boleh dibolak-balik.

HR. Bukhari no. 757; Muslim no. 397 · Sahih (muttafaq 'alaih)

Penyempurna

Amalan sunnah dalam sholat

01 Mengangkat kedua tangan Sunnah

Sejajar bahu (atau telinga) saat takbiratul ihram, saat takbir menuju ruku', saat bangkit dari ruku', dan saat berdiri dari rakaat kedua.

HR. Bukhari no. 735 & 739; Muslim no. 390 · Sahih (muttafaq 'alaih)

02 Bersedekap (tangan kanan di atas kiri) Sunnah

"Para sahabat diperintahkan meletakkan tangan kanan di atas lengan kirinya dalam sholat." Letak persisnya (di dada atau di bawahnya) khilafiyah; pendapat masyhur Maliki bahkan meluruskan tangan (sadl).

HR. Bukhari no. 740; Muslim no. 401; letak di dada: Abu Dawud no. 759 · Sahih; Abu Dawud 759: sahih (al-Albani), riwayat mursal

03 Doa istiftah (pembuka) Sunnah

Dibaca pelan setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama. Sholat tetap sah tanpanya.

HR. Bukhari no. 744; Muslim no. 598 · Sahih (muttafaq 'alaih)

04 Ta'awwudz sebelum Al-Fatihah Sunnah

Memohon perlindungan dari setan sebelum membaca Al-Qur'an, sesuai QS. An-Nahl 16:98.

QS. An-Nahl 16:98 · Al-Qur'an

05 Membaca surah setelah Al-Fatihah Sunnah

Pada dua rakaat pertama; rakaat ketiga-keempat cukup Al-Fatihah. Boleh surah pendek apa pun yang sudah dihafal.

HR. Bukhari no. 759; Muslim no. 451 · Sahih (muttafaq 'alaih)

06 Takbir perpindahan (takbir intiqal) Sunnah

Mengucap "Alloohu akbar" pada tiap perpindahan gerakan (kecuali bangkit dari ruku', yang bacaannya "Sami'alloohu liman hamidah"). Sunnah menurut mayoritas, wajib menurut madzhab Hanbali.

HR. Bukhari no. 789 & 803 · Sahih (al-Bukhari)

Jumlah dan penggolongan rukun dapat berbeda menurut mazhab serta cara perincian. Jangan menyimpulkan semua rumusan sama; pelajari satu rumusan secara utuh bersama guru. Daftar ini adalah ringkasan draf dengan catatan perbedaan, bukan rumusan lengkap setiap mazhab. Istilah: RUKUN = inti yang tidak bisa diganti, harus dikerjakan; 'WAJIB sholat' (istilah fikih Hanafi/Hanbali) = bila lupa ditambal sujud sahwi; SUNNAH = penyempurna, sholat tetap sah tanpanya. Pemula: mantapkan rukun dulu, lalu perindah dengan sunnah.