Lihat ilustrasi skematis

Rukun
Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sejajar bahu (atau daun telinga), telapak menghadap kiblat, sambil mengucapkan takbir. Setelah ini, kita resmi "masuk" ke dalam sholat.
اللَّهُ أَكْبَرُ
Alloohu akbar
Allah Maha Besar.
Maknanya: Dengan satu kalimat ini kita meninggalkan seluruh urusan dunia: Allah lebih besar dari segalanya yang tadi kita pikirkan. Nabi ﷺ menyebut takbir sebagai "pengharam" sholat — sejak diucapkan, bicara dan gerak di luar sholat menjadi terlarang, sampai ditutup salam.
Catatan: Lafal "Alloohu akbar" dikenal dari praktik Nabi ﷺ yang diwariskan turun-temurun; hadits-hadits di atas menyebut perintah "bertakbirlah" dan kedudukan takbir sebagai pembuka sholat.
HR. Bukhari no. 735; Muslim no. 390 (takbir sambil mengangkat tangan); HR. Abu Dawud no. 61 (takbir pembuka sholat) · Sahih (muttafaq 'alaih); Abu Dawud no. 61: hasan sahih (al-Albani)
Variasi sahih lain
- Mengangkat tangan sejajar daun telinga — HR. Muslim no. 391 (Malik bin al-Huwairits). Sama-sama sahih dengan sejajar bahu; boleh memakai salah satunya.
Label hukum dan redaksi mengikuti naskah draf. Periksa catatan mazhab dan diskusikan dengan guru.
Penanda ini mencatat kegiatan belajar Anda, bukan penilaian sah atau sempurnanya salat.
Catatan untuk ditanyakan kepada guru
Catatan tersimpan di browser ini setelah diketik. Tidak dikirim ke server.