Lihat ilustrasi skematis

Tasyahud Akhir
Pada duduk terakhir: duduk tawarruk (kaki kiri dimajukan ke bawah betis kanan, duduk menempel lantai, kaki kanan ditegakkan), telunjuk kanan berisyarat, lalu baca tasyahud.
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
At-tahiyyaatu lillaahi wash-sholawaatu wath-thoyyibaat. As-salaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh.
Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan hanyalah milik Allah. Salam untukmu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
HR. Bukhari no. 831 & 6265; Muslim no. 402 (Ibnu Mas'ud); komentar at-Tirmidzi pada no. 289 · Sahih (muttafaq 'alaih)
Variasi sahih lain
- Tasyahud versi Ibnu Abbas ("At-tahiyyaatul-mubaarokaatush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillaah...") — HR. Muslim no. 403. Sama-sama sahih; dipilih Imam asy-Syafi'i dan paling umum dipakai di Indonesia.
- Tasyahud versi Umar bin Khattab — Muwatta Malik, Kitab Sholat (Book 3, Hadith 56). Diajarkan Umar dari atas mimbar; para sahabat memakai beberapa redaksi yang berdekatan.
Label hukum dan redaksi mengikuti naskah draf. Periksa catatan mazhab dan diskusikan dengan guru.
Penanda ini mencatat kegiatan belajar Anda, bukan penilaian sah atau sempurnanya salat.
Catatan untuk ditanyakan kepada guru
Catatan tersimpan di browser ini setelah diketik. Tidak dikirim ke server.